Wakil Bupati Nurkholes Paparkan Strategi Atasi Kemiskinan Ekstrem & Dorong Inovasi UMKM Pemalang di Hadapan 70 Mahasiswa Baru
Belik, Pemalang — 27 September 2025 — Di hadapan 70 mahasiswa baru STEMBI Al-Aziziyah Randudongkal, Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, SH., M.Si., membuka wawasan generasi muda tentang realitas sosial dan ekonomi daerah melalui sesi Studium Generale PKKMB 2025. Acara ini dipandu oleh Dr. H. Sarif Hidayat, S.Ag., M.S.I., dan menjadi momentum penting untuk menyatukan visi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat.
Data Kemiskinan Ekstrem di Pemalang: Tantangan Nyata yang Harus Dihadapi
Berdasarkan paparan Wakil Bupati Nurkholes, sekitar 20.000 warga Pemalang masih hidup dalam kondisi kemiskinan ekstrem. Indikatornya sangat nyata: 1.727 rumah belum teraliri listrik, dan 5.038 rumah tidak memiliki akses air bersih. Selain itu, rata-rata lama sekolah masyarakat hanya mencapai 6,6 tahun—angka yang menggambarkan rendahnya tingkat pendidikan dan menjadi akar dari mentalitas pasif serta rendahnya daya juang.
“Ini bukan soal uang semata, tapi soal mindset. Butuh perubahan mentalitas, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa,” tegas Pak Wakil.
Program Penanganan Kemiskinan Ekstrem Pemalang 2026
Pemerintah Kabupaten Pemalang menargetkan penuntasan kemiskinan ekstrem pada tahun 2026, dengan fokus intervensi di 12 desa prioritas. Namun, Nurkholes menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada anggaran, melainkan juga pada partisipasi aktif perguruan tinggi dan mahasiswa.
“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan, bukan hanya penerima ilmu,” ajaknya, seraya mendorong pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berbasis studi kasus lokal dan solusi berkelanjutan.
Dorong Inovasi UMKM dan Perbaikan Infrastruktur
Di sektor ekonomi, UMKM Pemalang masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait akses pasar dan infrastruktur. Menurut Wakil Bupati Nurkholes, infrastruktur jalan menjadi salah satu penghambat utama distribusi produk lokal.
Sebagai respons, Pemkab Pemalang berencana meningkatkan anggaran infrastruktur dari kisaran Rp60–90 miliar menjadi Rp120 miliar dalam lima tahun ke depan. Langkah ini diharapkan mempercepat mobilitas barang dan jasa, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM Pemalang.
Ketahanan Pangan dan Peran Generasi Muda
Selain infrastruktur, Pemkab juga menggagas program ketahanan pangan lokal, termasuk pengembangan dapur gizi dan pemasaran hasil pertanian ke luar daerah. “Teori bisnis harus diterapkan bahkan di pemerintahan: input minimal, output maksimal,” ujar Nurkholes.
Ia mengajak para mahasiswa baru untuk berpikir kreatif, berinovasi, dan membangun kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pendidikan, dan masyarakat adalah kunci transformasi sosial-ekonomi Pemalang.
Penutup: Mahasiswa sebagai Garda Terdepan Perubahan
Melalui Studium Generale STEMBI 2025, Wakil Bupati Nurkholes tidak hanya menyampaikan data, tetapi juga menanamkan semangat kepemimpinan dan tanggung jawab sosial kepada 70 mahasiswa baru Pemalang. Dengan pendekatan berbasis data, kolaborasi, dan inovasi, Pemalang bergerak menuju visi bebas kemiskinan ekstrem dan UMKM yang kompetitif.




