Peran mahasiswa dalam lingkungan perkuliahan melampaui batasan kegiatan akademis di ruang kelas, perpustakaan, dan akses internet yang berkaitan dengan disiplin ilmu yang ditekuni. Aktivitas pembelajaran di ruang kelas, perpustakaan, ataupun melalui akses internet tersebut hanyalah sebagian kecil dari peran mahasiswa yang lebih luas dan mendalam. Diketahui terdapat 4 peran mahasiswa dalam Habib Cahyono (2019), yaitu:
Peran Mahasiswa Sebagai Agent Of Change
Mahasiswa memiliki peran yang sangat signifikan sebagai agent of change atau agen perubahan dalam menghadapi tantangan era digital. Sebagai pelopor ide dan inovasi, mahasiswa dapat menginspirasi perubahan positif di lingkungan kampus dan masyarakat umum. Dengan kecenderungan mereka untuk mengadopsi teknologi baru, mahasiswa dapat membawa perubahan yang diperlukan untuk mengoptimalkan manfaat era digital.
Mahasiswa Berperan Sebagai Social Control
Dalam konteks social control atau kontrol sosial, mahasiswa memainkan peran penting dalam membentuk norma dan nilai-nilai di era digital. Dengan berpartisipasi aktif dalam forum daring, mereka dapat membantu memelihara lingkungan yang positif dan mendukung etika digital. Mahasiswa yang memiliki literasi digital yang baik dapat menjadi pemimpin. Sehingga dapat menyuarakan kebijakan-kebijakan yang mendukung kontrol sosial yang positif terhadap penggunaan teknologi.
Peran Mahasiswa Sebagai Iron Stock
Konsep iron stock atau kekuatan moral menyoroti bahwa mahasiswa merupakan aset berharga dalam menghadapi perubahan zaman. Dengan kreativitas dan pemahaman yang mendalam terhadap teknologi, mahasiswa dapat menjadi sumber daya yang unggul dalam menghadapi tantangan era digital. Keberanian mereka untuk mencoba hal-hal baru dan menciptakan solusi inovatif menjadikan mereka kekuatan moral yang berharga untuk kemajuan masyarakat.
Mahasiswa Berperan Sebagai Moral Force
Fungsi mahasiswa sebagai moral force atau kekuatan moral menjadi landasan utama dalam menghadapi dampak era digital. Dengan membentuk literasi digital yang tidak hanya teknis tetapi juga etis, mahasiswa dapat memimpin dengan integritas moral. Mereka dapat mempromosikan penggunaan teknologi yang bermanfaat, memberdayakan masyarakat, dan membantu menyeimbangkan dampak positif dan negatif dari era digital.
Melalui penyatuan fungsi mahasiswa sebagai agen perubahan, kontrol sosial, kekuatan moral, dan Moral Force maka mahasiswa dapat menjadi pionir dalam membentuk masa depan yang lebih baik di tengah dinamika era digital. Dengan membawa nilai-nilai positif, mahasiswa dapat mengubah arah perkembangan teknologi dan memastikan bahwa dampaknya menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan positif bagi masyarakat.




