Doa Untuk Pemalang: Banjir Dusun Penakir Menjadi Perhatian STEMBI Al-Aziziyah
Banjir yang melanda Dusun Penakir, Kabupaten Pemalang, menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan STEMBI Al-Aziziyah.
Peristiwa banjir bandang tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi di kawasan lereng Gunung Slamet selama beberapa hari berturut-turut.
Aliran udara bercampur lumpur dan material batu menerjang organisasi warga Dusun Penakir, Kecamatan Pulosari, menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah.
Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, akses jalan terputus, serta fasilitas umum tidak dapat digunakan akibat timbunan material banjir.
Bencana ini berdampak langsung pada aktivitas sosial, ekonomi, serta pendidikan masyarakat setempat yang terhenti untuk sementara waktu.
Sebagai lembaga pendidikan berbasis ekonomi dan bisnis,
STEMBI Al-Aziziyah
turut menaruh kepedulian terhadap acara kemanusiaan tersebut.
Kepedulian ini diwujudkan melalui edukasi kebencanaan, penguatan literasi lingkungan, serta dukungan moral kepada masyarakat terdampak banjir.
STEMBI Al-Aziziyah memandang bahwa kesadaran mitigasi bencana harus menjadi bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan masyarakat lokal.
Banjir Dusun Penakir menjadi pengingat pentingnya pengelolaan lingkungan, tata air, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
Pemerintah
Kabupaten Pemalang
bersama relawan telah melakukan evakuasi, pembersihan material, dan penyaluran bantuan darurat.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan sangat diperlukan untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana tersebut.
Mahasiswa dapat berpartisipasi aktif melalui kegiatan sosial, penelitian, dan pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan wilayah terdampak banjir.
Edukasi tentang konservasi hutan dan pengelolaan daerah aliran sungai menjadi solusi jangka panjang pencegahan banjir serupa.
STEMBI Al-Aziziyah terus mendorong lahirnya generasi peduli lingkungan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui pendekatan dan akademik sosial, kampus berkomitmen mendukung upaya pemulihan Dusun Penakir secara berkelanjutan dan terarah.
Peristiwa banjir ini diharapkan menjadi momentum bersama untuk meningkatkan kesadaran, solidaritas, dan ketangguhan menghadapi bencana alam.




