PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CAIR CUCI PIRING DALAM UPAYA PENINGKATAN EKONOMI DI DESA SODONG BASARI KECAMATAN BELIK OLEH MAHASISWA STEMBI AL AZIZIYAH

PKM SABUN CAIR

PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CAIR CUCI PIRING

Penggunaan sabun cuci piring cair pada masyarakat Indonesia tergolong sangat besar hal ini bisa dilihat dari pengadaan sabun yang semakin bertambah pesat. Tingginya minat masyarakat terhadap sabun cuci  piring dapat menjadi peluang usaha dalam pembuatan sabun. Pembuatan sabun cuci piring dinilai relatif mudah dilakukan dan mudah dipelajari sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pada hari sabtu tanggal 02 maret 2024, Dosen Sekolah Tinggi Ekonomi Manajemen Bisnis Islam (STEMBI) Al Aziziyah Randudongkal Pemalang Pubita Sasti Fintani, S.I.P., MM Bersama Sisi Nurhikmah Mahasiswa S1 Program Studi Perbankan Syariah menjadi narasumber pelatihan pembuatan sabun cuci piring di Kantor Kepala Desa Sodong Basari Kecamatan Belik Kabuapaten Pemalang.

Mahasiswa Memberikan Pelatihan Membuat Sabun Cair Cuci Piring di Sodong Basari

Ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa dengan tujuan memberikan pelatihan kepada masyarakat desa tentang pembuatan sabun cair cuci piring secara mandiri. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam memproduksi sabun cuci piring secara ekonomis dan ramah lingkungan.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan penjelasan detail mengenai bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat sabun cair cuci piring. Seperti texapon, garam, SLS (Sodium Lauryl Sulfate), pewarna, dan pewangi. Mereka menjelaskan tahapan proses pembuatan sabun. Termasuk penggunaan bahan-bahan tersebut dalam proporsi yang tepat untuk menghasilkan sabun cuci piring yang efektif dan berkualitas.

Untuk membuat sabun sebanyak 15 liter dapat menggunakan 1 kg texapon yang berfungsi untuk mempercepat pengangkatan kotoran dan pengental adonan yang dilarutkan dalam 7 liter air. 1 kg garam yang berfungsi sebagai pengental yang dilarutkan dalam 4 liter air. 500 gram SLS (Sodium Laury Sulfate) yang berfungsi untuk menurunkan tegangan permukaan air, sehingga mempermudah untuk membersihkan kotoran dan minyak. Kemudian SLS ini yang dilarutkan dalam 4 liter air, pewarna dilarutkan dalam 1 botol air mineral dan pewangi. “Untuk penambahan larutan garam dilakukan pada tahap yang terakhir setelah semuanya tercampur. Setelah itu, didiamkan selama satu malam untuk menghilangkan busanya dan sabun siap digunakan,” ujarnya.

Pelaksanaan Program Kerja KKN Angkatan II Tahun 2024 STEMBI Al Aziziyah ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya para ibu rumah tangga tentang pembuatan sabun cuci piring yang  mudah dan dapat dilakukan sendiri di rumah. Dalam pelaksanaan pelatihan, terlihat peserta cukup antusias yang dilihat dari beberapa pertanyaan yang diajukan. Dengan adanya pelatihan ini telah berhasil menumbuhkan kesadaran dan kemandirian dalam berwirausaha.

Share
Tweet
Share
Share